Cara Cleaning Printer Epson dengan Efektif

Anda pernah mengalami hasil print tidak sesuai harapan. Misalnya, cetakan bergaris bahkan banyak yang hilang. Selain itu, print warna tetapi ada satu tinta berwarna yang tidak sempurna. Semua masalah tersebut sering terjadi bagi mereka yang memakai printer. Meskipun merk dan model terbaru, resiko hasil cetak cacat selalu ada. Resiko seperti ini lebih tinggi ketika printer sering dipakai. Perangkat tersebut terus bekerja keras terutama di kantor atau bagi mahasiswa yang dikejar tugas. Solusi yang praktis adalah cleaning.

Apa itu cleaning printer? Secara umum, cleaning merupakan proses pembersihan cartridge dan tinta serta bagian nozzle. Tinta yang keluar tidak sempurna sering terjadi karena ada endapan atau nozzle kotor. Selain itu, beberapa tinta juga mengendap setelah jangka waktu tertentu karena tidak pernah dipakai. Perlu Anda ketahui, cleaning diterapkan saat printer masih berfungsi untuk print. Jika error misalnya kertas tidak bergerak dan aspek teknis lain, yang dibutuhkan bukan cleaning tetapi cek rutin dan beberapa perbaikan. Di printer epson, cleaning cukup memakai sistem yang ada di windows.

Prosedur Cleaning Printer Epson

Berikut ini merupakan prosedur untuk melakukan cleaning di printer epson. Anda menggunakan control panel di windows 7, 8, dan 10. Simak prosedur berikut untuk mengetahui lebih lanjut.

  1. Buka control panel lalu cari hardware hingga ketemu printer
  2. Klik kanan dan cari printing preference alu klik head cleaning
  3. Tunggu proses cleaning selesai
  4. Pilih print nozzle check patterns
  5. Cek hasil printing

Jika masih ada hasilnya kurang baik, lakukan head cleaning beberapa kali dengan jeda 5-10 menit. Nozzle check berguna untuk memastikan tinta keluar sempurna dan tidak ada endapan. Hasil tes menunjukkan apakah ada cetak bergaris atau tidak sempurna. Proses cleaning dapat dilakukan lebih dari sekali.

Lebih Lanjut Mengenai Cleaning Printer

Dari penjelasan diatas, Anda mengetahui bahwa cleaning tidak memakai software buatan epson. Artinya, cara ini juga dapat diterapkan pada beberapa printer merk lain. Misalnya hp, canon, dan brother. Aplikasi pihak ketiga juga tersedia untuk melaksanakan cleaning. Pastikan fiturnya kompatibel dengan merk dan model printer.

Anda sudah melakukan cleaning tetapi hasilnya hanya memperbaiki sebagian atau kurang sempurna. Beberapa hal perlu diperiksa ulang. Yang pertama adalah tinta, roller, cartridge, dan komponen mesin di dalam printer tersebut. Cleaning akan mengirim perintah ke printer untuk melaksanakan suatu aksi. Namun, fungsinya berlangsung otomatis. Sebagai user, Anda perlu melakukan cek manual misalnya apakah ada bagian yang membuat cleaning terhalang. Cek semua bagian dan hindari membongkar printer karena justru meningkat resiko rusak.

Selanjutnya, Anda perlu memeriksa driver berdasarkan model, merk, dan varian printer. Misalnya, Anda menggunakan merk hp maka cari hp drucker treiber terbaru. Saat baru membeli, pengguna menerima cd yang berisi driver dan software. Install ulang driver tersebut sebelum cleaning. Apabila sistem operasi yang dipakai lebih baru seperti windows 10, pemilik printer wajib update driver ke versi terbaru. Caranya adalah buka website utama dan cari support. Setelah itu, unduh file yang kompatibel dan install. Sebelum melakukan ini, uninstall driver lama agar tidak terjadi gangguan. Cara update juga dapat menggunakan sistem online.

Printer dan driver sudah tidak bermasalah lalu tes print. Setelah melihat hasilnya, Anda memutuskan apakah harus cleaning atau tidak. Cleaning juga berlaku untuk maintenance yang dilakukan berkala misalnya 3 hari sekali atau setelah print dengan volume kerja yang lebih banyak.