Mengulik Penyebab Suara Berisik Dan Cara Menghaluskan Suara Mesin Motor Matic

Harga yang cenderung lebih rendah, kemudahan pengendaraan, dan performa yang cukup nendang, membuat popularitas motor matic melejit. Dari tahun ke tahun, model dan tipenya pun dikembangkan. Namun, satu masalah yang sering muncul adalah suara mesin berisik. Sebenarnya apa penyebab dan cara menghaluskan suara mesin motor matic? Cek ulasannya.

Penyebab Suara Mesin Berisik Atau Kasar

Berbicara mengenai suara mesin motor matic yang kasar memang bukan hal baru lagi. Setiap mesin motor pasti memiliki banyak komponen yang harus dirawat agar berjalan optimal. Suara kasar, berisik, atau gerangan yang keras bisa menjadi pertanda kerusakan suatu komponen. Tentunya, perlu pengecekan secara teliti untuk menemukan dalangnya.

Dalam hal ini, beberapa masalah utama yang sering terjadi adalah karena V-belt haus. Saat V belt haus, maka perputaran mesin tidak akan bisa berjalan dengan sempurna. Masalah ini bisa menghasilkan suara yang cukup mengganggu. Kerusakan ini sendiri biasanya terjadi karena motor telah menempuh total kilometer tertentu dan perlu ganti V-belt baru.

Suara kretek kretek juga bisa muncul dari komponen CVT dan mesin. Biasanya, mekanik akan melakukan cek CVT pertama kali untuk melihat biang keroknya. Dalam hal ini, masalah yang kerap ditemukan adalah CVT kering atau kotor. Bahkan dalam kasus tertentu kerusakan CVT bisa karena adanya penyok atau kerusakan pada bagian leher mesin.

Selain CVT dan V-belt, salah satu dalang masalah ini adalah kesalahan penggunaan oli. Skutik menggunakan dua jenis oli, yakni oli transmisi dan oli mesin. Setiap oli memiliki fungsi khusus yang seharusnya tidak bisa dicampur atau disalah gunakan. Jika oli pada mesin penggerak kering, maka gesekan yang terjadi akan semakin kasar dan menghasilkan suara berisik.

Cara Mengatasi Suara Mesin Motor yang Kasar

Dilihat dari dalang penyebab masalah, maka ara menghaluskan suara mesin motor matic akan berbeda. Untuk masalah CVT besar kemungkinan Anda harus mengganti komponen tersebut. Hal ini juga berlaku untuk kondisi V-belt yang aus, CVT yang penyok, atau masalah pada bagian leher mesin.

Umumnya pergantian komponen hanya akan dilakukan jika kondisi suara berbunyi kasar dan telah memasuki kondisi parah. Sedangkan untuk masalah karena oli, Anda bisa mengatasinya dengan memilih dan menggunakan produk yang tepat. Bahkan disarankan untuk melakukan perawatan secara rutin berkaitan dengan penggantian oli dan V-belt.

Untuk mencegah masalah ini, Anda bisa melakukan pergantian oli transmisi atau oli gardan setiap mencapai 8.000 km. Namun jika motor sering digunakan, bisa mengganti oli setiap 5.000 km. Dengan cara ini, maka umur CVT akan semakin panjang. Bahkan tarikan motor pun akan semakin ringan dan halus. Anda pun bisa melakukan perawatan dan cek CVT secara rutin.

Umumnya cek rutin untuk CVT dilakukan setiap dua atau tiga bulan sekali. Masalah suara berisik karena CVT pun bisa diatasi dengan dua pilihan. Jika hanya kotor atau perlu dibersihkan, maka tidak perlu ganti komponen baru. Sedangkan jika komponen CVT motor matic rusak, maka solusinya harus diganti dengan CVT yang baru dan orisinil.

Masalah komponen mesin bukanlah hal yang asing. Baik motor matic atau pun mobil sekalipun, masalah mesin kasar bisa terjadi karena adanya kerusakan komponen. Segera cek masalah tersebut untuk mendapat perawatan motor. Tidak hanya itu, pastikan untuk merawat motor secara rutin. Anda bisa cek sendiri dan ikut kursus mekanik motor untuk info lebih lanjut.