Mengulas Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor Yang Mudah dan Tepat

Seringkali kita jumpai iklan layanan masyarakat yang mengatakan bahwa warga Negara yang baik adalah yang membayar pajak. Namun seringkali kita dibuat pusing oleh perhitungan yang rumit. Sudah saatnya membayar pajak, tapi bingung menghitung keseluruhan yang harus dibayarkan. Simak cara menghitung pajak kendaraan bermotor berikut ini.

Apa Saja Komponen Yang Harus Diperhitungkan?

Bagi sebagian orang, membayar pajak adalah hal yang merepotkan karena pembayarannya yang rumit dengan alur yang sulit. Namun, saat ini pemerintah telah memudahkan masyarakat untuk membayar pajak. Anda bisa menelusuri website dan media sosial resmi milik pemerintah yang bertugas melayani perpajakan untuk cek pajak kendaraan bermotor.

Banyak sekali faktor yang menentukan besar kecilnya pajak kendaraan bermotor. Besarnya pajak kendaraan bermotor bisa saja berubah setiap tahunnya karena beberapa komponen sudah ditentukan harganya oleh pemerintah. Hal ini tidak boleh menjadikan kita malas membayar pajak, karena membayar pajak adalah kewajiban kita terhadap Negara.

Beberapa komponen yang mempengaruhi besar pajak kendaraan bermotor diantaranya NJKB, yaitu Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Besar NJKB ini telah ditentukan oleh pemerintah berdasarkan peraturan daerah. NJKB milik anda tergantung pada merk dan jenis motor atau mobil yang anda miliki. Semakin baru seri yang digunakan, maka semakin mahal NJKB.

Selain itu, besar kecilnya pajak kendaraan bermotor juga dipengaruhi oleh bobot yang mencerminkan tingkat kerusakan jalan secara relatif, atau pencemaran lingkungan anda yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor. Hal ini juga telah ditentukan oleh pemerintah dengan adanya peraturan daerah pada lembaga pajak di daerah anda.

Komponen selanjutnya yang harus diperhatikan adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Yaitu sumbangan wajib yang harus dibayarkan pengguna jalan untuk korban kecelakaan lalu lintas di kota anda. Saat ini, besar SWDKLLJ untuk mobil adalah 143.000 rupiah dan motor sebesar 35.000 rupiah untuk daerah ibukota Jakarta.

Bagaimana Caranya Menghitung Pajak Kendaraan?

Setelah mengetahui komponen yang harus diperhitungkan, sekarang saatnya menghitung besar pajak kendaraan anda. Bagi anda yang tidak suka perhitungan mungkin akan pusing dan sulit mengerti, namun perhitungan pajak ini sungguh mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya memerlukan hitungan dasar berupa pertambahan dan perkalian saja.

Misalnya, anda memiliki Motor Ninja Jenis 250SL yang memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebesar 32.800.000 rupiah, dengan kepemilikan kedua dan bobot koefisien satu untuk jenis kendaraan tersebut. Maka dikenakan tarif pajak progresif karena kepemilikan kedua. Kepemilikan kedua maksudnya adalah kendaraan anda pindah tangan pembelian.

Untuk cara menghitungnya sangat sederhana, yaitu 2.5 % dilahirkan dengan bobot koefisien (satu) dan dikalikan lagi dengan 32.800.000, sehingga menghasilkan jumlah 820.000 rupiah. Ditambah dengan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang berupa motor sebesar 35.000, jadi total pajak yang harus anda bayarkan adalah 855.000 rupiah.

Cara menghitung pajak kendaraan bermotor seperti ini sangat mudah karena komponennya telah ditetapkan oleh pemerintah. Besar 2.5% yang dimaksud adalah ketentuan bayar pajak yang telah ditentukan. Untuk membayar pajak kendaraan bermotor, jangan lupa untuk membawa persyaratan seperti STNK Asli, BPKB dan KTP sesuai STNK dan BPKB yang dibawa.

Itulah beberapa hal yang mungkin membantu anda untuk menghitung pajak kendaraan bermotor. Sangat mudah dan tidak membuat pusing, kan? Jangan lupa untuk membayarnya tepat waktu untuk menghindari denda yang harus dibayarkan. Hitung pajak anda dengan teliti agar tidak ada yang terlewat, gunakan kalkulator agar hasil perhitungannya tepat.