Fakta Menarik Gunung Salak yang Mempesona

Salah satu gunung paling popular di Jawa Barat adalah Gunung Salak. Gunung yang berlokasi di kawasan Bogor dan Sukabumi ini mempunyai ketinggian mencapai 2.211 mdpl. Sejak tahun 2003, gunung ini telah dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Pesona keindahan Salak pun selalu menarik perhatian pendaki. Ternyata, ada beberapa fakta menarik dari pegunungan Salak yang membuat para pendaki terpesona.

Inilah 3 Fakta Menarik dari Gunung Salak yang Mempesona

Sebagai gunung paling popular di Jawa Barat, Salak tentu memiliki pesona tersendiri. Pesona yang ditawarkan pun mampu menarik banyak pendaki atau wisatawan untuk mengunjunginya. Nah, berikut adalah beberapa fakta Salak yang mempesona.

  1. Panorama Alam yang Mempesona

Para pendaki pegunungan Salak bukan hanya berasal dari Jawa Barat saja. Banyak sekali pendaki dari daerah lainnya, bahkan dari luar Jawa. Hal ini karena Salak memiliki pesona tersendiri yang tidak dimiliki oleh pegunungan lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak pendaki yang penasaran dengan panorama alam yang disuguhkan di sana.

  1. Memiliki 7 puncak

Pegunungan Salak mempunyai 7 puncak pendakian. Puncak paling tinggi disebut dengan Puncak Salak I yang tingginya mencapai 2.211 mdpl. Namun, puncak tertinggi ini jarang dikunjungi karena mitosnya cukup angker. Selain itu, puncak paling tinggi ini juga memiliki kesulitan medan dan karakteristik vegetasi yang cukup tinggi. Ada 4 pilihan jalur pendakian yang paling sering digunakan, yaitu Ajisaka, Cidahu, Pasar Rengit, dan Cimelati.

  1. Menyuguhkan Banyak Curug

Selain mempunyai panorama alam yang mempesona, di dalamnya ternyata juga menyimpan banyak sekali curug atau air terjun. Beberapa air terjun yang mengelilingi pegunungan Salak diantaranya adalah Curug Seribu, Cugamea, Ngumpet, Pangeran, Nangka, Luhur, dan masih ada beberapa lainnya. Setiap curug menawarkan pesona keindahannya masing-masing.

Selain ketiga fakta tersebut, Gunung Salak ternyata juga menyimpan misteri dan juga mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, para pendaki hendaknya selalu menjaga sopan santun selama melakukan pendakian di gunung tersebut agar semua bisa berjalan lancar tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.