Stasiun Bekasi

Stasiun Bekasi merupakan salah satu stasiun kereta api kelas besar tipe C yang termasuk dalam Daerah Operasi (DAOP) I Jakarta. Stasiun ini termasuk sebagai salah satu stasiun tersibuk di Jakarta, karena melayani ribuan penumpang KRL Commuter Line dan dilintasi KA dari Jakarta dengan berbagai tujuan hingga ke luar kota. Namun, stasiun ini tidak menjadi pemberhentian KA lintas kota.

Mulanya, Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) yang merupakan perusahaan kereta api swasta membangun jalur kereta api ruas Batavia-Bekasi dan selesai pada Maret 1887. Saat memutuskan untuk membangun jalur-jalur lainnya, BOS memiliki permasalahan hutang. Sehingga, saat itu SS (perusahaan KA milik pemerintah) membeli jalur BOS pada tahun 1898.

Dengan pembelian jalur-jalur BOS oleh SS, maka stasiun-stasiun di lintas ini juga ditingkatkan atau direnovasi. Mulai dari desain bangunan yang diubah menjadi gaya Indische, hingga jalur-jalur yang diperpanjang. Hingga kini, bangunan ciri khas peninggalan SS semakin tidak terlihat karena beberapa kali dilakukan perbaikan untuk mengakomodasi faslilitas yang baru.

Namun demikian, nilai sejarah Stasiun Bekasi masih sangat kental kala terjadi peristiwa sejarah di tepian Kali Bekasi. Di mana, dari stasiun inilah para tentara Jepang ditawan dan disiksa. Untuk memperingati peristiwa bersejarah ini, didirikanlah monumen Peringatan Kali Bekasi yang hingga kini masih bisa dilihat jelas dari Stasiun Bekasi.