Penuh Pesan Luhur, Begini 5 Alur Singkat Cerita Semut Dan Belalang

 

Salah satu cerita anak yang banyak diceritakan adalah kisah antara semut dan belalang. Cerita ini termasuk salah satu fabel yang cukup populer. Ceritanya sangat sederhana sehingga mudah untuk diingat. Meskipun begitu terdapat banyak pesan moral yang bisa diambil. Lantas sudah tahukah anda bagaimana cerita semut dan belalang? Simak kisah selengkapnya disini.

Alur Singkat Kisah Semut dan Belalang

  1. Belalang Melihat Semut Yang Mengumpulkan Makanan

Musim panas merupakan musim yang paling dinanti oleh para binatang di dalam hutan. Di saat itu makanan sangat berlimpah. Belalang selalu bermalas malasan dan hanya bernyanyi sepanjang waktu. Di tengah waktu istirahatnya, belalang mendengar suara berisik. Setelah diselidiki, ternyata suara tersebut berasal dari segerombolan semut yang sedang mengangkut makanan.

Semut sedang bersusah payah menyiapkan perbekalan untuk menyambut musim dingin. Tidurnya yang merasa terganggu membuat belalang turun dan bertanya kepada semut apa yang mereka lakukan. Semut menjawab bahwa mereka hendak menyiapkan bekal agar tidak kelaparan saat musim dingin tiba.

  1. Belalang Meremehkan Kegiatan Semuts

Setelah mendengar penjelasan dari semut, lantas tahukan anda apa yang dilakukan oleh belalang? Belalang mengejek semut dan menganggap tindakan mereka tidak masuk akal. Belalang menyatakan bahwa musim dingin masih jauh sehingga lebih baik waktu ini dimanfaatkan untuk bersenang senang.

Belalang dengan keangkuhannya mengatakan bahwa dirinya tidak akan merasa kelaparan. Persiapan menyambut musim dingin bisa dilakukan lain waktu. Semut yang merasa terganggu dengan sikap belalang akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan pekerjaannya. Meskipun begitu tampaknya belalang masih saja mengejek kegiatan para semut.

  1. Belalang Terus Bersantai

Setelah melihat apa yang dilakukan oleh semut, belalang tidak tergerak sedikitpun untuk lebih produktif. Belalang terus saja bersantai dan hanya bernyanyi sepanjang waktu. Kegiatan tersebut terus dia lakukan bahkan dia sendiri tidak sadar apabila musim dingin akan segera tiba. Sikap malasnya inilah yang menjadi poin utama kisah tersebut.

Sifat malas belalang dan keangkuhannya akan membuat dirinya kesulitan di musim dingin. Dalam cerita semut dan belalang memang, nasehat dari binatang lain tidak pernah belalang dengarkan. Dia selalu membantah dan mengatakan bahwa persiapan musim dingin adalah hal yang sia sia. Bahkan nyanyiannya telah mengganggu si tupai yang beristirahat.

  1. Belalang Tidak Memiliki Persediaan Makanan

Siapa sangka jika musim dingin datang lebih cepat. Belalang merasa kaget dengan kondisi yang berubah drastis. Salju tebal menutupi semua lahan. Belalang yang tidak melakukan persiapan apapun akhirnya tidak bisa berbuat banyak. Salju menutupi daratan dan membekukan sungai sehingga tidak banyak bahan makanan yang bisa diambil.

Dalam keadaan seperti ini, belalang baru  sadar apabila saran dari semut adalah benar. Dia tidak seharusnya melakukan hal tersebut. Lebih baik berjaga jaga untuk menyambut musim dingin. Lantas belalang yang merasa menyesal hanya bisa berdiam diri dan merasa kelaparan. Belalang merasa sedih akan apa yang pernah diperbuat.

  1. Semut Membantu Belalang

Musim dingin yang tak kunjung usai akhirnya membuat belalang harus pergi meminta bantuan hewan lain. Belalang datang ke sarang semut dan meminta sedikit makanan. Untungnya ratu semut adalah sosok yang bijaksana dan mau memberikan makanan kepada belalang. Kisah menarik ini bisa dengan mudah anda lihat di berbagai kumpulan buku cerita anak.

Semut dengan baik hati mempersilahkan belalang untuk menyantap makanan yang mereka kumpulkan beberapa bulan belakangan. Belalang merasa terimakasih dengan bantuan semut. Banyak hal yang bisa kita petik dari cerita singkat tersebut. tidak heran apabila cerita ini masih saja banyak digunakan sebagai dongeng pengantar tidur.